Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng Leonard S. Ampung saat Desk Indikator Makro

Sinkronisasi dan Harmonisasi Perencanaan Pusat dan Daerah melalui Rakortekrenbang, Pemprov Kalteng Menekankan Hilirisasi Daerah Penghasil SDA

Surabaya – Guna memperkuat sinergitas program dan kegiatan pusat dan daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung mengikuti rangkaian acara Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (RAKORTEKRENBANG), bertempat di Hotel Vasa Kota Surabaya, acara dibuka oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili Sekretaris Jendral Kemendagri Suhajar Diantoro, Senin (26/02/2024).

Rakortekrenbangnas ini dilaksanakan untuk sinkronisasi dan Harmonisasi Perencanaan antara Pusat dan Daerah dalam pencapaian target Pembangunan Nasional yang dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Lembaga terkait, Kepala Bappeda Provinsi beserta jajaran serta Perangkat Daerah Provinsi pengampu urusan pemerintahan daerah.

Baca juga : Rapat Komisi Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Mentaya-Katingan

Dalam sambutannya Sekretaris Jenderal Kemendagri mengatakan bahwa Rakortekrenbangnas itu merumuskan kesepakatan bersama tentang program, kegiatan, dan proyek prioritas untuk mengatasi masalah daerah, mengembangkan potensi daerah sekaligus mendukung capaian target pembangunan nasional agar membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, kemajuan daerah, juga mendukung capaian tujuan nasional.

Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng Leonard S. Ampung bersama Kepala Bappeda se Indonesia

Setelah mengikuti pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan di Desk Indikator Makro, yaitu desk yang membahas target dari 31 indikator makro, untuk dimasukkan sebagai sasaran awal RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025.

Dalam desk indikator makro tersebut, Loenard S. Ampung menyampaikan bahwa dari hasil pembahasan telah diperoleh kesepakatan Target Indikator Makro diantaranya: PDRB perkapita 82,4 juta perkapita . Tingkat Kemiskinan 4,11-4,61% . Rasio Gini 0,311-0,315. Laju Pertumbuhan Ekonomi 5,6%. serta Tingkat Pengangguran Terbuka 3,51-3,91%.

Desk Kewilayahan

Pada keesokan harinya (27/02/2024) dilanjutkan dengan Desk Kewilayahan untuk membahas 20 usulan Provinsi Kalimantan Tengah. Dimana dari pembahasan ini menghasilkan: 11 usulan di Rekomendasikan, 8 usulan di Tindak Lanjut dan 1 usulan di Tolak.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan hilirisasi daerah penghasil SDA untuk menuju ekonomi hijau, Pengembangan Kawasan Industri dan Food Estate diantaranya Pulang Pisau, Kapuas serta Kotawaringin Timur” ungkap Leonard.

Ditambahkan Leonard, beberapa usulan Provinsi Kalimantan Tengah yang direkomendasikan dan yang dibahas lebih lanjut tersebut merupakan usulan yang mendukung Hilirisasi juga mendukung Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional melalui Food Estate.

Hadir mendampingi Kepala Bappedalitbang Prov. Kalteng, Kabid Perencanaan Evaluasi dan Evaluasi Pembangunan Daerah Luqman Alhakim, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Yohanna Endang , Kabid Ekonomi, SDA dan Kerjasama Yoyo, Kabid Sosbudpem Chandra F.A, serta JFT. (10_D)

Share: